Atas Nama Cinta

May 14th, 2007 by triosakti

Aku wanita pria yang punya cinta di hati
Dan dirimu dan dirinya dalam hidupku
Mengapa terlambat cintamu telah termiliki
Sedang diriku dengan dia tak begitu cinta

Mengapa yang lain bisa
Mendua dengan mudahnya
Namun kita terbelenggu
Dalam ikatan tanpa cinta

Reff:
Atas nama cinta
Hati ini tak mungkin terbagi
Sampai nanti bila aku mati
Cinta ini hanya untuk engkau
Atas nama cinta
Kurelakan jalanku merana
Asal engkau akhirnya denganku
Kubersumpah atas nama cinta

Mengapa yang lain bisa
Mendua dengan mudahnya
Namun kita terbelenggu
Dalam ikatan tanpa cinta

untuk seseorang di sana……………………….
lirik diedit agar sesuai dengan penulis hehehehe…..

Sejauh Mungkin

March 29th, 2007 by triosakti

Sejauh Mungkin
(song by Ungu)


lelah hati yang tak kau lihat andai saja
dapat kau rasa kan letihnya jiwaku karna sifatmu

indah cinta yang kau berikan kini tiada
lagi kudapatkan teduhnya jiwa

baiknya kupergi
tinggalkan dirimu
sejauh mungkin
untuk melupakan
o… o..

indah cinta yang kau berikan kini tiada
lagi kudapatkan teduhnya jiwa

baiknya kupergi
tinggalkan dirimu
sejauh mungkin
untuk melupakan
dirimu yang slalu
tak pedulikan ku
yang mencintaimu
yang menyayangimu

bila saat nanti aku jauh
kuharap kau mengerti
kuharap kau sadari

baiknya kupergi
tinggalkan dirimu
sejauh mungkin
untuk melupakan
dirimu yang slalu
tak pedulikan ku
yang mencintaimu
yang menyayangimu

**lagi pusiiiiiiiiinnnkkkkkkk………………….

Demi Waktu

March 28th, 2007 by triosakti

Demi Waktu
(song by : Ungu)

Aku yang tak pernah bisa lupakan dirinya
Yang kini hadir di antara kita
Namun ku juga takkan bisa menepis bayangmu
Yang s’lama ini temani hidupku

Maafkan aku menduakan cintamu
Berat rasa hatiku tinggalkan dirinya
Dan demi waktu yang bergulir di sampingmu
Maafkanlah diriku sepenuh hatimu
seandainya bila ku bisa memilih

Kalau saja waktu itu ku tak jumpa dirinya
Mungkin semua tak kan seperti ini
Dirimu dan dirinya kini ada di hatiku
Membawa aku dalam kehancuran

mimpi manis

March 12th, 2007 by triosakti

beberapa hari yang lalu, tepatnya sabtu, 10 Maret 2007,malam hari (tentunya karena aku tidurnya malam hari :D) tidak seperti biasanya.
mimpi-mimpiku biasanya terlupakan seiring waktu aku bangun tidur.
tapi mimpi hari itu, teringat2 terus sampai hari ini, dan (mungkin) tak kan pernah ingin aku lupakan.
mimpi aneh yang menyenangkan.
dalam mimpi itu, settingnya berada di sebuah mall, entah mall mana, pokoknya wujudnya seperti mall, meski agak aneh karena di sebelah kiri ada pembatas pipa besi hanya setinggi mata kaki.
yang lebih aneh lagi, aku naik kursi roda ukuran tidak normal, yang muat untuk diduduki 2 orang.
kebetulan kami berempat (tiga orang selain aku, entah itu siapa, tapi sepertinya orang yang ku kenal, dan pernah kulihat) sedang jalan-jalan di mall itu, dan aku yang duduk di kursi roda (meski kurang jelas juga apakah aku sakit atau tidak, tapi seingatku aku tidak merasa sedang sakit, hanya ingin saja naik kursi roda, mungkin seperti naik kereta belanja lah).
nah, salah satu orang yang mendorong kursi itu (aku sebut kursi karena bentuknya lebih mirip kursi daripada kereta belanja, meski disitu pula ditaruh barang2 belanjaan kami) sepertinya feel nothing padaku. dan orang itu yang (hampir tiap hari) ingin kulihat, meski sudah seminggu lebih aku tak melihatnya.
dalam mimpi itu, salah satu orang yang lain, yang juga mendorong kursi itu, adalah sahabatku duluw waktu KKN di dlingo.
tak ada yang spesial dari dia dalam mimpi itu. sebut saja si A.
yang satu lagi tak jelas siapa, sebut saja si B, yang duduk bersandingan denganku di kursi itu.
nah si C ini yang sangat kurindukan tiap hari, meski aku tak tau siapa dia.
hanya saja (hampir) sering melihatnya.
dalam mimpi itu, aku lebih sering memberi bantuan pada si C, entah kenapa, mungkin karena aku memang suka padanya… (entah suka atau apa, aku sendiri tak tau apa nama perasaan ini).
pada bantuan pertama dan kedua, dia tidak merespon apapun, dan bagiku itu sudah biasa. tidak terlalu kupikirkan.
namun setelah bantuan ketiga, yang (menurutku) adalah saat paling "heroik" karena saat itu aku menyelamatkannya dari rasa malu, tiba2 saja dia "memberikan" sesuatu yang tidak pernah aku duga sebelumnya.
"sesuatu" itu yang membuatku tak pernah melupakan mimpi ini.
yang membuatku tetap teringat akan mimpi ini walaupun air sudah mengguyur badan ini di pagi hari….
yang tetap teringat sampai tulisan ini ku tulis :D

i wish it will become true….

antaitelet

February 11th, 2007 by triosakti

Beberapa hari yang lalu, ayahku ulang tahun yang ke-67, tapi aku gak sempat
nelpon untuk ngucapin selamat
:( .

Hari ini, malam senin, jadwal ngaji bapak-bapak di kompleks, baru sekali
aku ikut pengajian itu, itu pun karena pengajiannya ada dirumah kakakku ini,
jadi aku bisa ikut. Malam ini aku gak boleh ikut, katanya sih kalau ada Pak
Jul, takut nantinya kalau ada salah-salah baca dan ditegur, tegurannya sering
gak enak didengar.

Entah mengapa kakak iparku takut sekali kalau aku sampai ditegur, hanya
karena aku masih muda (ya jelas paling muda lah, lha wong aku yang masih single
sendiri) dan kakak iparku bilang gmana nanti kalau ditegur, anak muda yang bla
bla bla… bacaannya. Padahal aku udah belajar tadjwid dengan benar selama
beberapa tahun. Dan dulu akupun sudah lulus ilmu tajwid di sebuah pondok
pesantren di kampungku. Apa mungkin kakak ku meragukan kemampuan bacaanku..?
padahal belum tentu juga bacaan kakakku itu lebih baik dariku kan.. (tanpa
bermaksud menyombongkan diri). Tapi ya sudahlah, kalau memang tidak boleh ikut
ya udah bilang aja, gak usah pakai bilang takut kalau ditegur segala. Aku malah
jadi penasaran, seperti apa sih yang dipanggil Pak Jul itu, dan seperti apa sih
cara dia menegur, dan yang paling bikin aku penasaran, kayak apa sih bacaan nya
pak Jul itu..? sebagus apa sih koq sampai tegurannya ditakuti begitu.. huh….

Tapi ada enaknya juga koq gak boleh ikut pengajian (disamping gak enak
karena gak dapet tambahan pahala ikut ngaji lhoo) yaitu aku bisa nyiapin
template untuk kerjaan besok pagi
:) dan aku bisa istirahat dengan santai.

Nutrisi dan Racun Hati

February 8th, 2007 by triosakti

4 Nutrisi Hati :

  1. Dzikir dan Baca Qur’an
  2. Istighfar
  3. Qiyamul Lail
  4. Membaca Sholawat atas Nabi Muhammad SAW.

4 Racun Hati

  1. Banyak Bicara
  2. Banyak Makan
  3. Mengumbar Pandangan
  4. Salah Pergaulan

TAKDIR

February 6th, 2007 by triosakti

“Ah… sudahlah, sudah takdirnya begitu…”

”Aku memang ditakdirkan begini…”

“Kalau sudah takdir mau diapain lagi..?”

“Takdir… memang
kejaamm…”.

“Mengapa aku ditakdirkan begini…?”

“Semua ini adalah
takdir YANG KUASA…”

 

Yah… kata-kata itulah yang sering kita dengar
sehubungan dengan takdir, takdir dan takdir. Kadang orang langsung berkata ”memang sudah takdirnya demikian” saat
sesuatu terjadi. Misalnya ada seorang yang jelek tapi dapat jodoh orang yang
sangat rupawan, atau ada orang yang baru sekali ikut undian tapi langsung dapat
yang besar, sedangkan yang berkali-kali ikut undian gak pernah dapat.

Sebenarnya apa sih takdir itu..?

Takdir adalah ketentuan dari YANG KUASA atas
segala ciptaan-NYA. Namun bukan berarti segalanya berjalan begitu saja karena
sudah digariskan demikian dan tidak mungkin berubah lagi, seperti kata
orang-orang yang putus asa dalam menghadapi hidup ini, terutama saat terkena
musibah.

Musibah tsunami di Aceh, luapan lumpur di
Sidoarjo, gempa di Jogjakarta dan yang terbaru, banjir bandang di Ibu Kota
tercinta, dimana dari keempat bencana tersebut, aku berada di dua diantaranya,
yah.. gempa Jogja 27 Mei 2006 dan Banjir Jakarta di awal bulan februari 2007
ini, aku berada di lokasi bencana dan alhamdulillah selamat.

Bencana-bencana di atas, dan juga bencana lain
yang tidak dapat saya sebutkan satu per satu (haiah kayak ucapan terima kasih
di skripsi saja), adalah merupakan sebuah takdir. Tapi apakah semua ini memang
sudah digariskan dari sejak dahulu kala, ketika bumi dan langit diciptakan
oleh-NYA..? sehingga apapun usaha kita, jika memang telah digariskan untuk
banjir di akhir bulan januari ini, maka tetaplah terjadi banjir..?

Jawabannya TIDAK…!!!
karena banjir bukanlah takdir yang ”saklek”,
takdir yang tak dapat dihindari atau diupayakan untuk tidak terjadi.
Bencana-bencana di negara tercinta ini merupakan akibat dari kelalaian manusia,
tentu saja yang tinggal di negara ini, yang tak lagi menghiraukan
peringatan-peringatan-NYA dan masih saja meninggalkan perintah-NYA dan melanggar
larangan-NYA.

Perintah-NYA tidak hanya sholat, zakat, puasa,
haji, shodaqoh, dan ibadah-ibadah serupa. Begitu pula dengan larangan-NYA,
bukan hanya berzina, musyrik dan perbuatan-perbuatan dosa lain yang sejenisnya.
Orang awam hanya menganggap kalau beribadah itu hanyalah menyembah-NYA saja.
Lalu saat terjadi bencana seperti ini, mereka (atau kita ya) hanya bisa mencari
siapa yang salah, saling tunjuk hidung orang lain, tanpa sadar bahwa
hidungnyalah yang seharusnya ditunjuk sebagai biang kerok, biang keladi
penyebab banjir atau bencana itu.

Buang sampah sembarangan, penggundulan hutan,
villa-ni-sasi (istilah saya sendiri untuk menyebut makin maraknya pembangunan
villa-villa di bukit-bukit yang bertanah tinggi, bukan daerah tanah tinggi,
yang mereka yakin aman dari banjir), ”penggusuran” daerah resapan dan aliran
air, seperti sungai dan rawa, untuk dijadikan daerah pemukiman, dan lain
sebagainya, adalah contoh konkret penyebab banjir. Belum lagi kalau mau menilik
lebih dalam ke perilaku para wakil rakyat, baik di tingkat pusat maupun daerah,
para ”pamong” (yang harusnya jadi pamomong, malah jadi ajang pamor) yang
bertindak ”seenak udelnya” memberikan izin pembangunan tersebut (tentunya
sebelumnya telah memberikan izin penggundulan dan penggusuran terlebih dahulu),
walikota yang sombong yang sesumbar kalau jakarta akan bebas banjir (tapi
ternyata terwujud, di jakarta, banjir bebas berkelana hahahahahha….).

Kesemua itu adalah penyebab takdir terjadinya
banjir di jakarta ini. Lalu seperti apakah yang namanya takdir itu..? apakah
ada takdir yang pakai penyebab, takdir yang ”saklek”, takdir yang lain sebagainya…?

 

Takdir ada 3 macam :

1. Takdir Kauni

2. Takdir Syar’i

3. Takdir Ghoibi

 

Takdir Kauni adalah takdir sebab akibat. Yaitu
takdir yang terjadi dengan adanya penyebab, seperti banjir di jakarta ini. Jadi
bencana di Jakarta yang baru saja terjadi (dan belum usai) adalah takdir yang
ada penyebabnya (yang sudah saya sebut di atas, dan masih banyak lagi). Contoh
lain seperti kecelakaan karena mengendarai kendaraan dengan ugal-ugalan, itu
juga merupakan takdir Kauni, yang disebabkan oleh ugal-ugalan itu tadi.

Takdir Syar’i adalah takdir yang terjadi secara
hukum. Misalnya takdir bagi seorang lelaki untuk menjadi wali nikah bagi
putrinya, takdir seorang wanita bisa hamil dan melahirkan, dan sebagainya.

Takdir Ghoibi adalah takdir yang tidak kita
ketahui. Sesuai namanya, adalah merupakan hal ghoib yang merupakan ”misteri
illahi” (bukan lagunya Ari Lasso lho) seperti takdir Kiamat, Maut, Jodoh,
Rezeki (meski rezeki bisa masuk juga dalam kategori takdir kauni, karena dengan
bekerja kita mendapatkan upah atau gaji yang merupakan salah satu rezeki, tapi
rezeki tidak hanya dari upah dan gaji kan..
nah yang ”lain-lain” itu
yang masuk ke takdir ghoibi).

Nah sekarang
kalau memang mau berkata “itu sudah takdirnya”, apakah kita sudah berpikir
takdir yang mana..? Silakan ditelaah dulu sebelum berbicara.

Semoga berguna.

pencarian dalam kabut

January 8th, 2007 by triosakti

hari ini lagi2 perasaanku campur aduk gak karuan
knapa yah…?
apa karena kepikiran soal status yah
jojoba tapi gak bahagia2 amat tuh
sekarang malah lagi khawatir
soalnya temen2 seangkatan, temen kerja dah pada nikah
eh akunya cewe aja lum punya… hiks…hiks…
umur dah segininya… dah cukup tuwa lah hehe….
tapi koq lum dapet calon juga yah..
apa aku terlalu idealis..
ato aku yang kurang peka..

pengennya sih yang cantik, kaya, akhlaqnya bagus, dari keluarga baik2 (lhah semuwa juga pengennya yang kayak gini)

pantaskah khawatir…?

kadang aku hanya pengen mengejar karir dan karir
tapi buat apa karirku ini….?
untuk menghidupi siapa…?
menghidupi diri sendiri…?
tinggal juga masih nebeng ma mpok..
pengen punya rumah sendiri… tapi apa daya kantong tak sampai.
pengen punya kendaraan sendiri… lagi-lagi kantong belum kuwat.

aku sih pengennya udah mapan dalam hal finansial baru nikah
mapan disini bukan hanya bergaji lumayan (lumayan adalah parameter tidak jelas, begitu kata temen sekantorku dulu) tapi juga bisa mencukupi sandang pangan papan baik bagi diriku maupun orang yang akan kuhidupi nanti (maksutnya hidup bersama lho.. bukan menghidupinya, aku gak bisa menjamin kehidupan siapapun, bahkan diriku sendiri).

apa ini yang disebut terlalu idealis..?

entahlah….

beginilah perasaanku hari ini….
sejak tahun berganti….
perasaan ini juga ikut berganti…
apa karena aku kesepian…?
tiada lagi kawan, sahabat, sohib, murid, teman untuk berbagi….?
tidak seperti di jogja dulu…
dimana selalu ada teman…
di kos, di kantor, di sekolahan, dimana-mana….
aku bisa menemukan teman…
saat pulang ke kos, ada yang menanti kedatanganku…. dan menyambutku dengan senyuman riang
saat ke sekolahan, ada yang menanti kedatanganku… dan menyambutku dengan senyuman ceria
saat keliling-keliling, main ke rumah teman, ada yang menyambut kedatanganku dengan senyum gembira

tapi sekarang…
entahlah… pulang ke rumah (bukan rumah sendiri sih) tiada yang menyambutku selain segelas teh hangat… (alhamdulillah masih ada teh hangat yang mau menyambutku, tapi….)
saat bertemu teman baru disini… hanya say hi, berucap gut morning dan haw du yu du..
serasa hampa….

lagi suka ama lagunya Samsons - Dengan Nafasmu (tapi gak tau siapakah mu disini)
juga sama lagunya Rama - Bertahan (juga gak tau siapakah engkau disini)

kadang bingung, apa yang kurasakan.
haruskah aku rindu…? rindu pada siapa…?
haruskah aku cemburu..? cemburu pada siapa..?
haruskah aku marah..? marah pada siapa..?

aku ingin mencintai seseorang.. tapi siapakah orang yang akan kucintai itu..?
aku ingin merasa cemburu.. tapi siapakah yang akan aku cemburukan..?
aku ingin menyayangi seseorang.. tapi siapakah yang akan kusayangi..?
aku ingin melabuhkan hati ini.. tapi dimanakah dermaga itu..?

meski kau terus sakiti aku
cinta ini akan selalu memaafkan
dan aku percaya nanti engkau
mengerti bila cintaku takkan mati

siapakah kau disini..?
siapakah yang menyakiti aku..?
siapa yang kumaafkan..?
siapakah engkau disini..?
pada siapakah cintaku ini akan berpaling..?

entahlah…..

JOJOBA yang KESEPIAN
triosakti

Feel Excited

January 3rd, 2007 by triosakti

hmm..
setelah sekian lama gak blogging, akhirnya sempat juga aku nulis di blog ku ini  :D
yah…..
kadang aku merasa sangaaaaatt.. bersemangat….
darah yang menggelegak…
mata berbinar-binar…..
dan ngerasa tenaga bar yang berkobar-kobar…

yah.. itulah perasaanku (bukan saat ini sih.. tapi kemaren)

biasanya hal itu terjadi saat aku berhasil membantu seseorang, teman, murid, kenal gak kenal, sapa ajah…
bantuan yang mungkin sepele, tapi sangat berarti bagi si peminta…
dan sang peminta bantuan merasa sangat puas dengan bantuanku….
saat itulah aku merasakan sangaaaat excited…

entah knapa… hal itu selalu terjadi saat aku memberi bantuan entah berupa ucapan, pemikiran, apaaa ajah… yang bisa kulakukan
dan yang kubantu ngerasa puas, senang, gembira, dan merasa terpenuhi keinginannya…

**binun mo nulis apa lagi**

ini dulu deh
kapan2 kalo sempat, nulis lagi tentang perjalanan hidupku

tapi yah bginilah
aku nulisnya gak runut heheheh…
gak pake alur, maju, mundur, ato gabungan..
pokoknya alurnya kacaw dah….
apa yang lagi keinget, pengen nulis, sempat, yah tertulislah….

Raden Mas Bagus Ganteng Yudhi Aksara, S.Kom, M.Tq

November 9th, 2005 by triosakti

Hi, selamat datang di Blog-ku